Tibbun Nabawi Bekal Penting Bagi Santri

Dengan tema “Tinggalkan Pengobatan Kimia, Beralihlah Pada Pengobatan Rasulullah” Selasa, 25 April 2011 Pondok Pesantren Putri Babul Khairat, melaksanakan pelatihan bekam. Acara ini diikuti oleh seluruh santri pondok dan sebagian asatidz.

Acara dimulai pukul 10.30, dengan pembukaan oleh pengasuh pondok, Habib Umar Muhsin Alatas. Selanjutnya materi disampaikan oleh Ust. Saifur Rasyid, seorang praktisi tibbun nabawi yang sudah 10 tahun menggeluti pengobatan ala Rasulullah ini. Ust. Rasyid di awal menjelaskan kepada para santri  bagaimana Rasulullah saw mengajarkan kita untuk menjaga kesehatan, dan anjuran untuk memberikan pengobatan secara alamiah, tidak tergantung pada obat-obatan kimia yang masih diragukan kehalalannya. Disamping itu, beliau juga mengingatkan bahwa obat-obatan kimia banyak mempunyai efek samping yang membahayakan tubuh kita.

Bekam merupakan  terapi pengeluaran racun / toksin dalam tubuh melalui permukaan kulit. Bekam ini juga merupakan landasan dari Rasulullah saw.  Bekam merupakan pengobatan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah bersabda : “Pengobatan itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku ‘melarang’ ummatku berobat dengan besi panas.” (Hadits Bukhari).

Para santri mengikuti pelatihan bekam ini dengan sangat antusias.  Pemateri menampilkan beberapa slide letak titik bekam yang bisa dibekam. Karena tidak setiap bagian tubuh dapat di bekam. Sesekali santri terlihat begidik karena titik tubuh yang dibekam mengeluarkan darah kotor yang menggumpal  tapi mereka tetap bersemangat menyimak penjelasan pemateri.

Untuk mendapatkan pemahaman yang utuh,  pelatihan bekam ini tidak bisa dilakukan sekali saja. Oleh karena itu,  pengurus pondok telah sepakat bahwa pelatihan ini akan ditindak lanjuti dengan mengadakannya secara berkala. Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa dalam kurikulum tahun ajaran baru nanti, tibbun nabawi akan dimasukkan sebagai mata pelajaran resmi di kelas.

Dengan begitu, diharapkan santri yang lulus dari Babul Khairat, disamping memiliki wawasan ilmu agama yang mumpuni, juga bisa memperoleh penegtahuan tentang tibbun nabawi dan mengamalkan kedua ilmu di tengah keluarga dan masyarakatnya.

This entry was posted in Berita, Tibbun Nabawi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.