<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pondok Pesantren Babul Khairat</title>
	<atom:link href="http://www.babulkhairat.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.babulkhairat.net</link>
	<description>Website Resmi Pondok Pesantren Babul Khairat Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 May 2012 05:11:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2</generator>
		<item>
		<title>Pendaftaran Murid Baru 2012-2013</title>
		<link>http://www.babulkhairat.net/2012/04/18/pendaftaran-2012/</link>
		<comments>http://www.babulkhairat.net/2012/04/18/pendaftaran-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2012 16:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[pendaftaran murid baru]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan dan agama]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan dan moral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.babulkhairat.net/?p=512</guid>
		<description><![CDATA[Islamic Boarding School Madrasah Tsanawiyah – Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Putri Babul Khairat PROFIL: “Allah akan meninggikan derajat orang-orang beriman diantara kalian dan yang berilmu pengetahuan beberapa derajat…” (Al-Mujadilah: 11) VISI: Menjadi Sekolah Islam Berasrama Yang Menintegrasikan Pendidikan Umum (Formal) &#8230; <a href="http://www.babulkhairat.net/2012/04/18/pendaftaran-2012/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong> <a href="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2011/04/Foto-PSB1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-686" title="Foto PSB" src="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2011/04/Foto-PSB1.jpg" alt="" width="214" height="153" /></a>Islamic Boarding School</strong><br />
<strong>Madrasah Tsanawiyah – Madrasah Aliyah</strong><br />
<strong>Pondok Pesantren Putri Babul Khairat</strong></p>
<p><strong>PROFIL</strong>:<br />
<em>“Allah akan meninggikan derajat orang-orang beriman diantara kalian dan yang berilmu pengetahuan beberapa derajat…”</em> (Al-Mujadilah: 11)<strong> </strong></p>
<p><strong>VISI:</strong><br />
Menjadi Sekolah Islam Berasrama Yang Menintegrasikan Pendidikan Umum (Formal) dengan Pendidikan Salaf Pesantren Dalam Satuan Pendidikan<span id="more-512"></span><br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>MISI:</strong></p>
<ul>
<li>Membentuk generasi Islam Yang beraqidah lurus (ahlus sunnah waljama’ah), berakhlak terpuji, rajin beribadah, berwawasan luas, dan giat berdakwah</li>
<li>Mengajarkan materi pendidikan umum sesuai kurikulum pemerintah dengan tetap memperhatikan kesesuainnya dengan prinsip-prinsip keislaman yang baku</li>
<li>Memberikan bekal kemampuan bahasa Arab sebagai bahasa agama, dan bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional</li>
<li>Memberikan pemahaman mendalam terhadap hukum Islam (fiqh) sebagai panduan hidup dalam beribadah dan bermasyarakat</li>
<li>Memotivasi setiap peserta didik untuk memadukan kemampuan ilmu umumnya dengan pemahaman agama yang baik sebagai bekal untuk berdakwah dalam masyarakat modern.</li>
</ul>
<p><strong>PENDIDIKAN BERBASIS AGAMA DAN MORAL:</strong><br />
Berbeda dengan model pendidikan kebanyakan, Pendidikan Berbasis Agama dan Moral adalah pendidikan yang mengedepankan  pendidikan agama dan penanaman budi pekerti yang baik (akhlak) sebelum pemberian ilmu yang lain.</p>
<p><strong>Pengertian Agama dan Moral:</strong></p>
<ul>
<li>Pengenalan dan pengakuan terhadap eksistensi Allah sebagai Tuhan satu-satunya yang menciptakan semesta, wajib disembah dan ditaati.</li>
<li>Pencapaian kualitas ibadah yang maksimal sebagai manifestasi penghambaan terbaik kepada Allah <em>‘azza wajalla</em></li>
<li>Penonjolan tingkah laku yang baik sebagai cerminan generasi muslim yang berkarakter yang diharapkan oleh Agama, Bangsa dan Negara.</li>
<li>Pendidikan sebagai proses pembentukan akhlak adalah proses pendidikan yang tidak hanya mengajarkan teori ilmu yang tertera di buku, tapi juga mengajarkan perilaku, tatakrama, kesopanan, kebaikan dan pengabdian.  Pendidikan agama sebagai proses pembentukan menjadi hamba yang bertakwa, tidak sekedar pengajaran kaidah-kaidah syariat sebagaimana yang termaktub dalam berbagai disiplin ilmu agama, tapi yang terpenting adalah pemberian keteladanan dari para pendidik dan semua orang yang terlibat dalam proses ini secara berkesinambungan. Ini adalah salah satu khas pendidikan yang terintegrasi dengan pondok pesantren.</li>
</ul>
<p><strong>KURIKULUM</strong>:<br />
Kurikulum Pemerintah, yang meliputi materi pelajaran sebagaimana yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama.<br />
Kurikulum Kepesantrenan, yang meliputi materi pendidikan diniyah sebagaimana yang menjadi standart di pondok-pondok salaf.</p>
<p>****</p>
<p>METODE PEMBELAJARAN:</p>
<p>Menerapkan berbagai metode, seperti alamiah dan ilmiah, faktual dan rasional, deduktif dan induktif, subyektif dan obyektif, tanpa menjadikan salah satu metode lebih dominan dari yang lain. Metode ini diharapkan bisa menghilangkan dikotomi ilmu agama dan umum sebagaimana yang selama ini menjadi paradigma salah di tengah masyarakat. Obyektif dan subyektif adalah aspek dari realitas yang sama dan saling melengkapi. Sehingga satu sama lain tidak akan pernah bisa dipisahkan.</p>
<p>RASIO:</p>
<p>1 orang guru = 5 orang siswi</p>
<p>DIMENSI PENDUKUNG:</p>
<p>Sekolah ini terletak di dalam lingkungan Pondok Pesantren Babul Khairat, Lawang,  Malang, Jawa Timur, yang hijau dan berhawa sejuk. Selain bernuansa keagamaan, lingkungan pendidikan ini juga sengaja ditata dan dipola sedemikian rupa sehingga dapat mengembangkan dua aspek imajinatif kepada para siswa, yaitu sensitive dan kognitif.</p>
<p>Untuk pencapaian hasil dari proses belajar mengajar yang maksimal, sekolah ini dilengkapi dengan:</p>
<p><a href="../wp-content/uploads/2012/04/asrama1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-913" title="asrama" src="../wp-content/uploads/2012/04/asrama1-150x125.jpg" alt="" width="150" height="125" /></a><a href="../wp-content/uploads/2012/04/lab.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-914" title="lab" src="../wp-content/uploads/2012/04/lab-150x125.jpg" alt="" width="150" height="125" /></a><a href="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2012/04/kls.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-915" title="kls" src="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2012/04/kls-150x125.jpg" alt="" width="150" height="125" /></a><a href="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2012/04/perpus.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-916" title="perpus" src="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2012/04/perpus-150x125.jpg" alt="" width="150" height="125" /></a></p>
<ul>
<li>Asrama</li>
<li>Mushalla</li>
<li>Perpustakaan</li>
<li>Laboratorium Komputer</li>
<li>Jaringan Internet</li>
<li>UKS</li>
</ul>
<p>Prestasi:</p>
<ol>
<li>Juara I lomba menulis karya ilmiah antar  pondok pesantren se Jawa Timur</li>
<li>Juara II lomba pidato bahasa Arab antar pondok pesantren se Indonesia</li>
<li>Peringkat tertinggi pertama nilai rata-rata sekolah mata pelajaran Antropologi UAN 2007/2008 sekolah swasta se Kab. Malang</li>
<li>Peringkat tertinggi kedua nilai rata-rata sekolah mata pelajaran Bahasa Asing UAN 2007/2008 sekolah swasta se Kab. Malang</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2012/04/jadwal-psb.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-910" title="jadwal psb" src="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2012/04/jadwal-psb.jpg" alt="" width="726" height="140" /></a></p>
<p>Ketentuan Pendaftaran:</p>
<p>A.</p>
<ul>
<li>Calon santri datang langsung ke tempat pendaftaran dengan diantar orang tua/walinya.</li>
<li>Mengisi dan menandatangani formulir pendaftaran dan surat pernyataan yang telah disediakan.</li>
<li>Menyerahkan  fotocopy  ijazah legalisir asli 4 lembar</li>
<li>Menyerahkan  fotocopy ijazah SKHUN legalisir asli 4 lembar</li>
<li>Menyerahkan foto hitam putih ukuran 3X4 sebanyak 4 lembar, 4X6 sebanyak 4 lembar.</li>
</ul>
<p>B.</p>
<ul>
<li>Pendaftaran online, formulir pendaftaran <em><strong><span style="color: #ff0000;">Download / Unduh Formulir pendaftaran <a title="Formulir" href="http://www.4shared.com/office/1kyQinL9/FORMULIR_MTSMA_2.html">di</a></span></strong></em><a title="Formulir" href="http://www.4shared.com/office/1kyQinL9/FORMULIR_MTSMA_2.html"> <span style="color: #0000ff;"><strong>sini</strong></span></a></li>
<li>Biaya pendaftaran ditransfer ke bank BCA: 3161871182,  a.n: Fatimah Binti Ali Alatas.</li>
<li>Formulir pendaftaran yang telah diisi dan bukti transfer di-email ke <a href="mailto:babulkhairat@gmail.com">babulkhairat@gmail.com</a></li>
<li>Konfirmasi, telpon ke 0341-427486 atau SMS ke 081-2525-38030</li>
</ul>
<p>Informasi:</p>
<ul>
<li>Sekretariat       : 0341-427486</li>
<li>Abrar               : 0341-7753554</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.babulkhairat.net/2012/04/18/pendaftaran-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjajahan Atas Wanita</title>
		<link>http://www.babulkhairat.net/2011/11/03/penjajahan-atas-wanita/</link>
		<comments>http://www.babulkhairat.net/2011/11/03/penjajahan-atas-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 04:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.babulkhairat.net/?p=882</guid>
		<description><![CDATA[“Wanita dijajah pria sejak dulu. Dijadikan perhiasan sangkar madu”. Kira-kira begitulah bunyi lagu yang cukup terkenal beberapa tahun lalu. Wanita dalam lagu itu digambarkan sebagai korban laki-laki. Karena wanita memang hanya dikenal sebagai konco wingking yang hanya tahu kasur, sumur &#8230; <a href="http://www.babulkhairat.net/2011/11/03/penjajahan-atas-wanita/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Wanita dijajah pria sejak dulu. Dijadikan perhiasan sangkar madu”. Kira-kira begitulah bunyi lagu yang cukup terkenal beberapa tahun lalu. Wanita dalam lagu itu digambarkan sebagai korban laki-laki. Karena wanita memang hanya dikenal sebagai <em>konco wingking</em> yang hanya tahu kasur, sumur dan dapur. Wanita hanya sebagai obyek dan bukan sebagai subyek. Di kalangan bangsa Arab jahiliyah sebelum datangnya Islam pun perempuan tak lebih seperti budak yang kerjanya melayani para lelaki dan melahirkan anak-anak mereka. Bayi perempuan yang baru lahir pun tak segan mereka kubur hidup-hidup karena tak mau menganggung malu.</p>
<p>Seiring perkembangan zaman yang semakin maju dan modern, emansipasi mulai di hembuskan. Di Indonesia, emansipasi dimulai dengan munculnya ide-ide dari RA Kartini yang dikenal sebagai pelopor emanspasi wanita. Banyak wanita yang menuntut persamaan hak dengan laki-laki termasuk dalam hal pendidikan, karier, dan lainnya. Dalam islam menuntut ilmu bukan dominasi laki-laki semata. “ Thalabul ilmi faridhatun ala kulli muslimin wa muslimat”. Itulah hadist yang popular dan wajib dihapal oleh setiap penuntut ilmu muslim.<span id="more-882"></span></p>
<p>Namun hembusan emansipasi dan kebebasan wanita tanpa disadari telah membuat sebuah penjajahan baru bagi perempuan. Bagaimana tidak? Wanita lagi-lagi menjadi komoditi dan sasaran empuk berbagai bidang. Iklan misalnya, hampir tidak ada iklan yang tidan menggunakan wanita sebagai daya tarik konsumen. Belum lagi target iklan itu sendiri. Misalnya dalam sebuah iklan pemutih wajah menggambarkan bahwa wanita yang cantik adalah  wanita yang berkulit putih, cerah, berkilau, dan sebagainya. Bila seorang wanita berkulit putih ia akan dikejar-kejar dan disukai oleh banyak pria. Jadi wanita harus punya daya pikat kecantikan, kulit putih, gigi bersinar agar disukai pria. Lihat kan! Akhirnya wanita tetap jadi obyek.</p>
<p>Bagaimana pula dengan berbagai ajang dan kontes yang sedang marak diadakan, Putri Indonesia, Miss Indonesia, Miss celebrity, Miss produk ini, Miss produk itu, Miss Universe, Miss World, Miss International, dan lainnya. Semua menjadikan wanita sebagai tontonan. Dan para wanita hanya dibingungkan dengan urusan kecantikan wajah, langsingnya tubuh, kulit putih, rambut terawat. Konon mereka harus punya 3B, Brain, Beauty and Behavior ( otak, kecantikan, perilaku). Berarti mereka juga memperhitungkan kecerdasan kan? Ya, tetapi seberapa besar prosentasenya dibandingkan penilaian fisik mereka?</p>
<p>Buktinya mereka harus melewati sesi pakaian renang untuk melihat secara detail lekuk tubuh mereka. Mereka harus punya tinggi minimal dan badan ideal. Tetapi mereka tak harus mahir bahasa Inggris, padahal bahasa Inggris adalah bahasa yang lazim digunakan secara internasional. Pertanyaan yang diberikan pun terkesan standar dan umum dimana mereka sudah diberi gambaran sebelumnya selama masa karantina. Sedangkan behavior (perilaku) dinilai selama masa karantina. Semua bisa dibuat dan diatur sedemikian rupa sehingga tampak sempurna. Disinilah kita bisa lihat apa yang dinilai dalam kontes ini.</p>
<p>Setiap wanita terlahir dengan bentuk wajah, warna kulit, bentuk tubuh yang tidak serupa. Semuanya merupakan karunia Allah. Jadi manusia tidak berhak menilai bahwa kulit putih lebih baik daripada kulit hitam atau mata besar lebih bagus daripada mata sipit atau rambut lurus lebih indah daripada rambut keriting. Sehingga kita tidak mensyukuri apa yang menjadi kodrat kita. Wanita yang ingin tampil sempurna menurut versi manusia lain, maka ingin melakukan sejumlah perubahan dengan alat pemutih kulit yang ternyata membahayakan, perawatan salon dengan biaya jutaan agar langsing atau yang paling ekstrem adalah melakukan operasi plastic. Itu semua dilakukan agar tampil sempurna dimata orang. Wanita jadi terjajah oleh keinginannya sendiri untuk menjadi sempurna.</p>
<p>Wanita memang selalu ingin tampil cantik. Apalagi media selalu memborbardir kita dengan definisi cantik yang kaku, yaitu dengan batasan-batasan fisik tertentu seperti kulit putih, badan langsing, hidung mancung, dan lainnya. Jadi kita dipaksa untuk menerima definisi itu. Tetapi dalam Islam kita diajarkan untuk mensyukuri nikmat dari Allah. Jangankan  orang yang berkulit hitam atau berhidung pesek, orang yang tidak mempunyai tangan dan kaki pun bisa mensyukuri nikmatnya hidup jika ia mau. Kita akan terlihat cantik dengan sendirinya jika kita mau bersyukur dan memiliki akhlak  mulia.</p>
<p>Beruntungnya kita memiliki agama yang tak membedakan kasta dan kedudukan manusia apalagi warna kulit seseorang. Seseorang akan dinilai berdasarkan ketakwaannya kepada Allah swt.</p>
<p dir="rtl">$pkr&#8217;¯»t â¨$¨Z9$# $¯RÎ) /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 9x.s 4Ós\Ré&amp;ur öNä3»oYù=yèy_ur $\/qãèä© @Í¬!$t7s%ur (#þqèùu$yètGÏ9 4 ¨bÎ) ö/ä3tBtò2r&amp; yYÏã «!$# öNä39s)ø?r&amp; 4 ¨bÎ) ©!$# îLìÎ=tã ×Î7yz ÇÊÌÈ</p>
<p> Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa &#8211; bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al hujurat : 13)</p>
<p>Bukan saatnya wanita hanya dinilai dari segi fisik dan kecantikan saja. Sekarang saatnya wanita harus menjadi seseorang yang punya kualitas secara intelektual dan tentunya didasari oleh keimanan dan ketakwaan. Berilmu adalah modal utama seorang wanita, karena dia akan menjadi ibu dari anak-anaknya dan menjadi madrasah pertama bagi mereka. Karena sesungguhnya kecantikan fisik akan pudar, sedangkan kecantikan akhlak dan kecerdasan iman tak akan pudar dimakan oleh waktu. Wallahua’lam Bishawab.</p>
<p>Fatimah Alatas</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.babulkhairat.net/2011/11/03/penjajahan-atas-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berdakwah Selalu</title>
		<link>http://www.babulkhairat.net/2011/09/18/berdakwah-selalu/</link>
		<comments>http://www.babulkhairat.net/2011/09/18/berdakwah-selalu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 04:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiah]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[haflah]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.babulkhairat.net/?p=876</guid>
		<description><![CDATA[Yang saya muliakan dan senantiasa saya ta’ati, Pengasuh Pondok Pesantren Putri Babul Khairat, Al-Habib Al-Ustadz Umar bin Muhsin Al-Aththas. Yang saya muliakan, Pendiri Pondok Pesantren Putri Babul Khairat, Al-Ustadzah Al-Hajjah Zainab binti Dawud. Segenap dewan guru Madrasah Babul Khairat yang &#8230; <a href="http://www.babulkhairat.net/2011/09/18/berdakwah-selalu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Yang saya muliakan dan senantiasa saya ta’ati, Pengasuh Pondok Pesantren Putri Babul Khairat, Al-Habib Al-Ustadz Umar bin Muhsin Al-Aththas. Yang saya muliakan, Pendiri Pondok Pesantren Putri Babul Khairat, Al-Ustadzah Al-Hajjah Zainab binti Dawud. Segenap dewan guru Madrasah Babul Khairat yang saya hormati. Hadhirin hadirat tamu undangan yang berbahagia dan semua teman-temanku yang saya cintai….</em></p>
<p>Sesungguhnya setiap diri dari orang yang mengaku dirinya mukmin, mengaku dirinya muslim, maka dia mempunyai kewajiban untuk melakukan dakwah. Dia berkewajiban untuk mengajak orang lain melakukan kebaikan. Dia berkewajiban untuk mengajak orang lain kembali kepada Allah. Dia berwajiban untuk menyeru orang lain kembali kepada sunnah Rasulullah Muhammad saw. <strong><em>“Nahnu du’aah qabla kulli syai`”</em></strong> kita adalah da’I sebelum segala sesuatu yang menjadi profesi kita.<span id="more-876"></span></p>
<p>Sebagai petani atau nelayan, kita juga adalah seorang da’I yang akan menjadi contoh di lingkungan kita bagaimana kita bersikap kepada alam. Sebagai pedagang kita adalah seorang da’I yang akan menjadi contoh lingkungan kita bagaimana kita melakukan transaksi jual beli dengan baik. Kita tidak mengurangi timbangan, kita tidak menipu, dan kita  senantiasa mengembangkan senyum pada setiap pembali yang datang. Sebagai guru, sebagai kariyawan, sebagai buruh dan bahkan sebagai apapun kita, semua kita adalah pendakwah islam. Kita harus menjadi contoh kebaikan di lingkungan kita masing-masing. <strong><em>“Ibda` bi nafsik”</em></strong> kita harus memulai dari diri kita sendiri sebelum menyuruh orang lain melakukan kebaikan.</p>
<p>Hadhirin hadhirat yang saya hormati…. Watak dakwah islam adalah kelembutan. Islam tidak memperkenankan setiap da’I melakukan pemaksaan kepada siapa saja untuk menetapi agama ini. Hal tersebut  telah jelas ditegaskan oleh Allah di dalam kitab suci-Nya: <strong><em>“Laa ikraaha fiddin” </em></strong>tidak ada paksaan dalam beragama. <strong><em>“Faman araada an yu`min falyu`min. wa man araada an yakfur falyakfur”</em></strong> siapa saja yang hendak beriman, maka berimanlah. Dan barang siapa yang mau tetap kafir, silahkan saja. Kewajiban kita hanya menyampaikan dan mengajak. “Wa maa ‘alainaa illal balaagh”. Setelah kita sampaikan, setelah kita ajak, maka urusannya kita kembalikan kepada Allah swt, Sang Pemberi hidayah.</p>
<p>Hidayah adalah hak prerogatif Allah, <strong><em>“Man yahdihillaahu falaa mudhilla lahu, wa man ydhlilhu fa laa haadiya lahu”</em></strong>. Barang siapa yang Allah kehendaki untuk diberi-Nya hidayah, tak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang Allah kehendaki untuk tetap berada dalam kesesatan, maka tak ada seorang pun yang bisa memberinya hidayah. Itulah firman Allah kepada Rasulullah Sayyidina Muhammad saw ketika beliau sangat bersikeras agar pamannya sendiri, Abu Thalib beriman. <strong><em>“Innaka laa tahdi man ahbabta walaakinnallaaha yahdi man yasyaa`”.</em></strong> Sesungguhnya engkau tidak bisa memberikan petunjuk kepada orang yang sangat engkau cintai sekalipun. Akan tetapi Allah lah yang bisa memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dikenhendaki-Nya.</p>
<p>Bapak-bapak, Ibu-ibu dan teman-temanku sekalian yang saya hormati…</p>
<p>Jelas sudah bahwa dakwah itu memang adalah kewajiban setiap individu muslim. Akan tetapi kita tidak boleh memaksa. Begitu juga, dakwah islam itu mempunyai tadarruj, atau tingkatan. Sebagaimana firman Allah swt<strong><em>: “Ud’uu ilaa sabili Rabbika bilhikmah walma`’izhatil hasanah wajaadilhum billati hiya ahsan”</em></strong> Serulah manusia kepada Allah. Ajaklah manusia untuk kembali kepada islam. Ajaklah mereka untuk rajin beribadah, menegakkan sunnah dan melakukan berbagai kebaikan. Tapi harus dengan cara yang baik. Kalau mereka ngotot, tidak mau, ngeyel misalnya, atau mereka mendebat kita, maka kita diperbolehkan untuk menghadapi kengototan dan debat mereka. Akan tetapi tetap dengan cara yang lebih baik dan lebih santun dari sikap mereka.</p>
<p>Hadhirin hadhirat rahimakumullah…</p>
<p>Ini yang bisa saya sampaikan. Semoga bisa menjadi kesadaran awal bagi kita semua untuk mengawali kembali kewajiban dan dakwah kita kepada semua orang. Mari kita mulai dari diri kita, kita mulai dari lingungan terdekat kita dan kita mulai dari hal terkecil. Sebab sesuatu yang besar tak akan pernah tergapai tanpa didahului oleh yang kecil.</p>
<p><strong><em>Hadaanallaahu wa iyaakum ilaa aqwamisssabil… tsummasssalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.   </em></strong></p>
<p>*Alwiyah Ja’far Aidid,</p>
<p>disampaikan pada Haflah Akhirissanah 1432 H.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.babulkhairat.net/2011/09/18/berdakwah-selalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cadar, Antara Mode Dan Perintah Agama</title>
		<link>http://www.babulkhairat.net/2011/05/23/cadar-antara-mode-dan-perintah-agama/</link>
		<comments>http://www.babulkhairat.net/2011/05/23/cadar-antara-mode-dan-perintah-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 04:05:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arrifqah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cadar]]></category>
		<category><![CDATA[hijab]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.babulkhairat.net/?p=857</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena bercadar sedang merebak di Pesantren Babul Khairat. Bercadar seolah menjadi “tren” baru yang menyempurnakan hijab yang sebelumnya berupa jilbab, sebagaimana umumnya dipakai oleh muslimah di negeri ini. Tren yang sangat positif tentunya, sangat kontradiktif dengan  tren fashion di luar &#8230; <a href="http://www.babulkhairat.net/2011/05/23/cadar-antara-mode-dan-perintah-agama/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2011/05/purdah-dua.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-861" title="purdah-dua" src="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2011/05/purdah-dua-300x238.jpg" alt="" width="300" height="238" /></a>Fenomena bercadar sedang merebak di Pesantren Babul Khairat. Bercadar seolah menjadi “tren” baru yang menyempurnakan hijab yang sebelumnya berupa jilbab, sebagaimana umumnya dipakai oleh muslimah di negeri ini. Tren yang sangat positif tentunya, sangat kontradiktif dengan  tren fashion di luar sana yang semakin meminimkan kain dan menipiskan bahan. Para penjual pakaian muslim di sekitar pun diuntungkan dengan adanya segmen pasar baru yang sedang <em>booming</em> ini. Yang menarik, fenomena ini tidak hanya terjadi dilingkungan pesantren tetapi juga di lingkungan masyarakat sekitar.<span id="more-857"></span></p>
<p>Agama Islam selain agama yang penuh kasih, juga merupakan agama yang paling sempurna, karena tidak ada suatu hal pun kecuali memiliki hukum tersendiri. Begitu pula masalah hijab. Hijab adalah sebuah proteksi yang dapat menjaga seorang wanita dari pelecehan. Hijab juga merupakan identitas seorang muslimah yang bangga akan agamanya dan menjaga akan kehormatan dirinya.</p>
<p>Perintah hijab diturunkan pada zaman Rasulullah saw. Terdapat sebuah kisah yang dinukil dari Imam Muhammad al-Baqir r.a. Beliau bersabda: “Pada suatu hari, di kota Madinah ada seorang wanita cantik yang sedang berjalan dengan mengikatkan kerudungnya ke telinganya (yang menjadi kebiasaan wanita pada saat itu) sehingga tampak leher dan dadanya. Seorang laki-laki dari golongan Anshar berpapasan dengannya, karena kecantikan wanita tersebut dia terpesona dan tidak peduli akan keadaan sekelilingnya, dia telah mabuk akan kemolekan wanita tersebut. Sang wanita memasuki gang sempit, sedang pandangan laki-laki tersebut terus membuntutinya sampai tak terasa dia terbentur sebuah benda keras dan tajam sejenis tulang atau kayu yang menjorok dari tembok sehingga kepala dan dadanya mengucurkan darah segar yang melumuri pakaiannya. Dalam keadaan seperti itu dia datang menghadap Rasulullah saw dan menuturkan semua yang terjadi. Pada saat itulah, malaikat Jibril a.s. datang membawa ayat ini:</p>
<p>Katakanlah kepada wanita yang beriman: &#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak &#8211; budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (An-nur 31)</p>
<p>Keyakinan berhijab, yaitu bercadar, atau hanya berjilbab tanpa bercadar bukanlah sesuatu hal yang perlu diperdebatkan lagi karena semuanya memiliki dalil-dalil tersendiri.  Dalam sebuah hadits : <em>Dari A’isyah RA bahwa sesungguhnya Asma’ binti Abi Bakar masuk kehadapan Rasulullah SAW dan Asma’ saat itu memakai baju yang tipis. Maka Rasulullah berpaling daripadanya seraya berkata: “Apabila Wanita telah dewasa (haidh), maka ia tak boleh terlihat kecuali INI dan INI. Dan Rasul menunjuk pada WAJAH dan TANGAN beliau. Hadist riwayat Abu Dawud.</em></p>
<p>Sedangkan hadits yang memperkuat keyakinan bercadar ada beberapa diantaranya adalah berikut ini :  Dari A’isyah:  <em>“Ada kafilah bertemu kami, saat itu kami bersama Rasulullah sedang Ihrom. Saat mereka telah dekat masing- masing kami menurunkan jilbabnya dari kepala sampai menutup muka. Dan saat kafilah itu telah melewati kami, kami membuka wajah kami.” Sunan Abu Dawud: 1/ 1833.</em></p>
<p>Melihat semakin maraknya penerapan syariat Islam yang salah satunya berupa pemakaian hijab ini mengingatkan saya kepada kenangan masa lalu yang rasanya tak salah untuk dikenang. Masa akhir tahun 80an dimana saya masih anak-anak, jilbab adalah pakaian yang langka. Bila ada orang yang berkerudung mungkin hanyalah orang yang sudah tua atau pelajar sekolah agama. Saya masih ingat ketika saya masih SD, sangat jarang orang memakai jilbab atau kerudung. Mungkin hanya guru agama sajalah yang saat itu berhijab. Itupun saat di luar sekolah dia pun melepas jilbabnya. Pada waktu bersekolah di sebuah Tsanawiyah Negeri yang notabene berasaskan Islam, saya pun tercengang kala itu. Memang jilbab dan busana Muslim dipakai sebagai seragam selama proses belajar mengajar. Tetapi jika ada kegiatan praktek olahraga atau ekstrakulikuler Pramuka, maka siswi dilarang berjilbab dan harus menggunakan seragam olahraga berupa kaos lengan pendek dan celana pendek selutut. Begitu juga dengan seragan pramuka berupa hem lengan pendek dan rok selutut. Jika melanggar peraturan in maka akan diberi peringatan dan bahkan dikurangi nilainya. Dan itu pernah saya alami.</p>
<p>Ketika memasuki sebuah SMA Negeri, saya adalah salah satu dari 3 orang yang memakai jilbab si sekolah tersebut. Namun tak lama setelah itu, muncullah beberapa orang teman yang mulai berjilbab hingga akhirnya, cukup banyak siswi yang berhijab di SMA itu. Hingga saat ini semakin banyak jumlah muslimah berjilbab bahkan bukan hanya di sekolah-sekolah agama atau instansi-instansi keagamaan, jilbab juga mulai diterima oleh kalangan masyarakat umum. Sekarang bisa kita lihat di berbagai instansi seperti bank, kantor pemerintahan, kantor swasta, rumah sakit, sekolah umum dan berbagai tempat yang lain mengizinkan pegawainya untuk berjilbab.</p>
<p>Jika dulu berjilbab dianggap langka dan aneh, saat ini tidak lagi. Bahkan yang aneh adalah apabila berjilbab menjadi kendala dalam penerimaan kerja  sebuah instansi. Ini merupakan sebuah berkah dan rahmat dari Allah swt sekaligus merupakan kesuksesan dakwah di tanah air. Dakwah berperan penting untuk menyampaikan syariat Islam secara sistematis sehingga dapat diterima oleh masyarakat dan dampaknya adalah membawa sebuah transformasi bagi umat Islam itu sendiri. Sebagaimana kisah yang saya ceritakan, umat Islam Indonesia juga bertransformasi dalam menerapkan syariat Islam, dalam hal ini jilbab.</p>
<p>Transformasi dalam kamus bahasa Indonesia berarti sebuah perubahan rupa baik bentuk, sifat atau fungsi. Manusia pun bisa melalui sebuah proses transformasi. Apakah transformasi yang sifatnya positif ataupun negatif. Tentunya yang diharapkan terjadi pada setiap diri manusia adalah transformasi positif atau perubahan ke arah yang lebih baik. Karena sebagaimana sabda Nabi saw : “ Beruntunglah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemaren, rugilah orang yang hari ini sama dengan hari kemaren dan celakalah orang yang hari ini lebih buruk dari yang kemaren”.</p>
<p>Perubahan pada diri manusia adalah sebuah keniscayaan. Alangkah beruntungnya manusia yang masih memiliki kesempatan untuk membuat dirinya bermetamorfosis, sebagaimana ulat bulu yang menjijikkan menjadi sebuah kupu-kupu yang indah. Kita harus mendukung setiap transformasi positif, seorang mantan pecandu narkoba menjadi juru dakwah, seorang mantan perampok menjadi ustadz, seorang mantan aktris film panas yang biasa tampil seksi menjadi seorang muslimah berjilbab atau seorang santri yang kerap melakukan pelanggaran berubah menjadi seseorang yang santun dan tawadhu’.</p>
<p>Bukan bermaksud menggurui, karena diri ini pun jauh dari kata baik apalagi sempurna. Transformasi diri memerlukan tahapan-tahapan yang harus dijalani dan datang dari keyakinan diri sendiri, bukan karena ikut-ikutan atau agar dikatakan sebagai manusia sempurna. Jika tidak maka proses transformasi itu akan tidak sebaik yang diharapkan, atau setengah jadi. Yang paling penting, transformasi ini tidaklah hanya dilakukan secara fisik atau penampilan tetapi yang paling penting adalah mentranformasi jiwa dan hati, sehingga yang tampak tidak hanya perubahan dari luar saja. Bagaimana seseorang itu bisa berubah menjadi sosok yang lebih santun, berakhlak dan yang lebih penting adalah menata hati agar tidak memiliki sifat ujub, riya’ atau menganggap diri lebih mulia dari yang lain. Wallahua’lam bishawab.</p>
<p>Fatimah Alattas</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.babulkhairat.net/2011/05/23/cadar-antara-mode-dan-perintah-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UAN 2011, SMA Babul Khairat Kembali Lulus 100%!</title>
		<link>http://www.babulkhairat.net/2011/05/16/uan-2011-sma-babul-khairat-kembali-lulus-100/</link>
		<comments>http://www.babulkhairat.net/2011/05/16/uan-2011-sma-babul-khairat-kembali-lulus-100/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 05:39:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arrifqah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berhasil]]></category>
		<category><![CDATA[Lulus 100%]]></category>
		<category><![CDATA[Menang]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Babul Khairat]]></category>
		<category><![CDATA[UAN 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.babulkhairat.net/?p=833</guid>
		<description><![CDATA[UAN pertama yang di-ikuti SMA Babul Khairat Tahun 2008. Hasilnya lulus semua. Setelah itu berturut-turut, 2009, 2010, selalu saja ada yang tidak lulus. Alhamdulillah, pada UAN 2011 ini, kembali bisa lulus seratus persen. Membayangkan UAN 2011 yang tidak ada UAN &#8230; <a href="http://www.babulkhairat.net/2011/05/16/uan-2011-sma-babul-khairat-kembali-lulus-100/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2011/05/resize-of-tips-lulus-uan-un.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-835" title="resize-of-tips-lulus-uan-un" src="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2011/05/resize-of-tips-lulus-uan-un.jpg" alt="" width="300" height="187" /></a>UAN pertama yang di-ikuti SMA Babul Khairat Tahun 2008. Hasilnya lulus semua. Setelah itu berturut-turut, 2009, 2010, selalu saja ada yang tidak lulus. Alhamdulillah, pada UAN 2011 ini, kembali bisa lulus seratus persen. Membayangkan UAN 2011 yang tidak ada UAN ulangan, dan juga tidak ada Ujian Paket C, sehingga siswa yang tidak lulus di UAN, dia harus mengulang kembali di kelas XII. Segenap guru-guru khawatir. Anak-anak tak kalah paniknya. Dalam tataran kepanikan para siswa, tidak ada lain yang bisa mereka lakukan selain menyiapkan diri sebaik mungkin. Belajar <em>nggetu,</em> ikut <em>tryout-tryout, </em>mengerjakan berbagai prediksi soal-soal UAN dan tentunya berdoa. <span id="more-833"></span></p>
<p>Tak demikian keadaannya dengan kekhawatiran para guru dan kepala sekolah, mereka melakukan berbgai rapat. Di Diknas, Sub Rayon, dan tentunya juga di sekolah. Dilema, itu adalah keadaan psikis yang dialami para guru yang masih mempunyai idealisme. Tapi, tak semua guru idealis, tak semua guru mengikuti hati nuraninya. Walau banyak diantara mereka yang mengatakan bahwa mengkatrol nilai raport dan UAS adalah tidak sesuai dengan hati nurani, tapi menurut mereka, tidak ada pilihan lain. <strong><em>“Anak-anak harus lulus. Bagaimanapun caranya!” “Kasihan mereka kalau harus mengulang kelas lagi. Orang tua mereka pasti akan kecewa berat.” </em></strong>begitu menurut sebagian mereka. Sehingga untuk mengantisipasi ketidak maksimalan hasil murni UAN, maka perubahan beberapa nilai raport pun dilakukan. Begitu juga ‘pemaksimalan’ nilai UAS.</p>
<p>Tapi, betapa bahagianya para guru ketika hari ini, Senen, 16 Mei 2011, setelah guru yang bertugas di Sub Rayon pulang membawa hasil UAN anak-anak. Kami dapati hasilnya anak-anak lulus semua. Luar biasa. Allahu Akbar! Dari hasil murni UAN saja, anak-anak sudah dinyatakan lulus. Jadi tak perlu terkatrol dengan nilai raport atau pun nilai UAS. Kami simpan baik-baik kabar gembira itu. Walau anak-anak sudah pada tanya, tapi, pengumuman tetap harus sesuai denga waktu yang telah ditentukan.</p>
<p>Tiba waktu pengumuman, kami kumpulkan anak-anak di ruang khusus. Semuanya pada tegang. Menangis. Menanti dengan harap-harap cemas, apakah mereka lulus atau tidak. Prolog disampaikan oleh wali kelas dan kepala sekolah. Anak-anak semakin kencang menangisnya. Sepatah dua patah kata prolog nasehat, pengkondisian emosi agar yang ‘tidak lulus’ jangan larut dalam sedih. Yang lulus pun diharap jangan meluapkan kegembiraan secara berlebihan. Anak-anak pondok, yang harus bersikap sewajarnya saja dalam segala hal dan keadaan.  <em>“Khairul umuur, ausathuha = sebaik-baik perkara itu, adalah yang sedang-sedang saja.”</em> begitu kata UstadzahMunfatihah dalam pengantarnya. <em>“Apapun hasil yang kalian capai, itu adalah hasil usaha maksimal kalian”</em> Ustadzah Nur Alatas menambahkan.  <em>“Perjuangan kalian belum usai. Lulus atau gagal kalian, setelah ini masih menunggu medan juang yang lebih terjal untuk kalian berlaga di dalamnya. Dunia masih belum kiamat. Matahari masih belum terbit dari arah barat.” </em>Ustadz Abrar menutup prolog.</p>
<p>Tibalah saatnya Bu Putri yang diamanahi untuk membagi amplpp tertutup hasil UAN masing-masing anak, melaksanakan tugasnya. Amplop belum boleh dibuka, sampai semua amplop sampai ke masing-masing anak. <em>“Iftahna al-aan = buka sekarang!”</em> Ustadz Abrar memberi komando. Aplop terbuka. Anak-anak histeris. Menangis berpelukan. Seketika ruangan gaduh. Anak-anak kelas X dan XI ikut gabung merayakan kemenangan kakak kelas mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.babulkhairat.net/2011/05/16/uan-2011-sma-babul-khairat-kembali-lulus-100/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SUSAHNYA MENJADI IBU</title>
		<link>http://www.babulkhairat.net/2011/05/11/susahnya-menjadi-ibu/</link>
		<comments>http://www.babulkhairat.net/2011/05/11/susahnya-menjadi-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 07:33:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arrifqah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[mematuhi perintah suami]]></category>
		<category><![CDATA[mengurusi rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>
		<category><![CDATA[tugas ibu]]></category>
		<category><![CDATA[wanita karir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.babulkhairat.net/?p=789</guid>
		<description><![CDATA[Judul diatas bukanlah sebuah curahan hati (curhat ) pribadi, apalagi sebuah bentuk denial / penyangkalan terhadap kodrat seorang wanita. Judul di atas hanyalah sebagai sebuah ungkapan betapa berat dan besarnya tanggungjawab seorang ibu. “ Saya hanya seorang ibu rumah tangga” &#8230; <a href="http://www.babulkhairat.net/2011/05/11/susahnya-menjadi-ibu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2011/05/mother-adjusts-daughters-hijab-31.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-794" title="mother-adjusts-daughters-hijab-3" src="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2011/05/mother-adjusts-daughters-hijab-31-300x300.png" alt="" width="280" height="280" /></a>Judul diatas bukanlah sebuah curahan hati (curhat ) pribadi, apalagi sebuah bentuk <em>denial </em>/ penyangkalan terhadap kodrat seorang wanita. Judul di atas hanyalah sebagai sebuah ungkapan betapa berat dan besarnya tanggungjawab seorang ibu. “ Saya hanya seorang ibu rumah tangga” jawab seorang ibu ketika ditanya mengenai profesinya. Kata “ hanya” memiliki konotasi sesuatu yang sepele atau biasa. Masyarakat memang terlanjur menganggap bahwa profesi ibu rumah tangga hanyalah profesi wanita yang tidak berpendidikan. Berbeda dengan wanita karier yang memiliki gengsi dan “berharga” di mata orang.<span id="more-789"></span></p>
<p>Pada kenyataanya seorang ibu rumah tangga harus memiliki kemampuan yang mumpuni dalam segi intelektualitas maupun emosional.  Bagaimana tidak? Seorang ibu harus bisa menjadi dokter yang merawat suami dan anak-anaknya yang sakit, menjadi akuntan yang harus mampu mengatur keuangan keluarga, menjadi koki dan ahli gizi untuk membuat makanan yang sehat dan berguna bagi tumbuh kembang anak-anaknya atau bahkan harus menjadi arsitek untuk menata ruangan dan mengatur perabotan sehingga rumah nyaman untuk ditempati.</p>
<p>Tugas ibu sangatlah tidak mudah. Setelah mengandung 9 bulan, ia harus berjuang mempertauhkan nyawanya untuk melahirkan sang anak. Ketika anak lahir ke bumi, ia harus mengorbankan waktu-waktunya untuk merawat dan menyusui bayinya. Ibu harus berjaga hampir setiap malam untuk mendiamkan tangisan anaknya. Tak berhenti sampai disitu, ibu harus menyiapkan makanan setiap harinya yang terkadang tak ingin disantap oleh anaknya. Kalau profesi lain memiliki jam kerja seorang ibu memiliki tanggungjawab <em>full day</em> dalam menyiapkan keperluan keluarganya. Pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak mengenal waktu libur, cuti atau dispensasi. Bahkan tak jarang seorang ibu harus bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Belum lagi bila anak melakukan sebuah kesalahan maka ibulah yang dianggap salah mendidik.</p>
<p>Sebuah  survey dilakukan terhadap 18.000 ibu rumah tangga di Toronto, Canada. Survey tersebut adalah mengenai daftar pekerjaan rumah tangga mereka sehari-hari. Sebuah perusahaan standar penggajian mendeskripsikan gaji yang seharusnya di terima seorang ibu rumah tangga jika pekerjaan domestik yang mereka lakukan digaji. Pendapatannya adalah sejumlah $ 124.000 atau Rp. 1.116.000.000 per bulan. Mungkin semua wanita akan memilih menjadi ibu rumah tangga jika ini benar-benar diterapkan.</p>
<p>Maka dari itu tak heran mengapa ibu memiliki keistimewaan 3 kali diatas ayah sebagaimana sabda Rasulullah saw. Ibu memiliki tugas yang cukup berat, seperti yang tertuang dalam ayat suci Al Quran berikut :</p>
<p><em>Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: &#8220;Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri&#8221;.</em> ( QS Al ahqaf : 15)</p>
<p>Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Dalam pepatah Arab ada ungkapan berbunyi <em>al-ummu madrasah</em> (ibu adalah sekolah). Karena itulah maka seorang ibu haruslah cerdas, cerdas secara intelektual, emosional dan juga spiritual. Cerdas secara intelektual karena ibulah yang pertama kali mengajarkan banyak pelajaran awal tentang kehidupan kepada anak sebelum ia masuk ke bangku sekolah. Ibu harus mengenal dan mengetahui banyak hal yang mungkin akan ditanyakan oleh anaknya. Cerdas secara emosional karena ibu harus bisa mengendalikan emosinya, harus sabar dan memiliki keikhlasan yang tinggi dalam melayani keperluan suami dan anak-anaknya. Cerdas secara spiritual karena ibu harus memiliki iman dan ketakwaan yang tinggi untuk dapat membimbing anak-anaknya. Jika tidak demikian, kemungkinan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya yang terjadi beberapa tahun lalu dimana ada seorang ibu yang membunuh ketiga anaknya dengan alasan khawatir akan masa depan anak-anaknya kelak. Padahal sang ibu adalah seorang muslimah dan merupakan alumni perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. Artinya ia adalah seorang yang cerdas secara intelektual, tapi tidak secara spiritual.</p>
<p>Tantangan bagi ibu semakin berat terutama di zaman penuh fitnah seperti sekarang dimana <em>ghazwul-fikri</em> (perang pemikiran/ perang budaya/ perang ideologi) datang menyerbu rumah-rumah kaum muslimin. Serbuan itu datang dari berbagai penjuru. Bisa dari televisi, internet, facebook, koran, komik, majalah,  musik, pergaulan dan bahkan dari sekolah. Maka kehadiran seorang ibu yang memiliki wawasan pengetahuan luas laksana  benteng bagi anak-anaknya. Ibulah yang bertugas membentengi, memfilter dan mengarahkan anak-anak menghadapi berbagai serbuan perang budaya tadi.</p>
<p>Beratnya beban menjadi ibu rumah tangga juga dirasakan oleh putri tercinta Baginda Nabi yaitu Sayyidah Fatimah Az-Zahra’ radhiyallahu anha. Suatu hari  Rasulullah SAW menemui putrinya Fatimah Az-Zahra’. Didapatinya putrinya itu sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya padanya, &#8220;Apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fatimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis&#8221;. Fatimah  berkata, &#8220;Ayah, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan saya menangis&#8221;. Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi putri yang sangat dicintainya itu. Fatimah melanjutkan perkataannya, &#8220;Wahai Rasulullah, sudikah kiranya ayah meminta Ali (suaminya) mencarikan saya seorang jariah untuk menolong saya menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah&#8221;.</p>
<p>Mendengar perkataan putrinya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya &#8220;Bismillaahirrahmaanirrahiim&#8221;. Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk putrinya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar sendiri sambil bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya. Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, &#8220;Berhentilah berputar dengan izin Allah SWT&#8221;, maka penggilingan itu berhenti berputar .</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda kepada putrinya, &#8220;Jika Allah SWT menghendaki wahai Fatimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat. Wahai Fatimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat. Wahai Fatimah, perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Wahai Fatimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Wahai Fatimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautsar pada hari kiamat. ”</p>
<p>Walaupun terlihat berat, ternyata hampir semua wanita ingin menjadi ibu. Allah telah menganugerahkan naluri keibuan pada setiap wanita. Cinta kasih seorang ibu tak akan sanggup dibayar berapapun jumlahnya oleh seorang anak, dan memang ibu pun tak mengharap apapun selain kebahagiaan anak-anaknya. Bahkan gaji yang sepantasnya diterima seorang ibu rumah tangga dengan jumlah fantastis sebagaimana hasil survey di atas menjadi tidak berarti apapun jika dibandingkan pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT. Dengan keikhlasan yang didasari cinta kasih terhadap keluarganya, seorang ibu tak akan lagi berucap  “susahnya menjadi seorang ibu” melainkan “beruntungnya aku menjadi ibu”, karena cinta dan pengorbanan ini akan dibalas setimpal bahkan lebih oleh Sang pemilik cinta.</p>
<p>Fatimah Azzahra Alattas, SE<br />
(Guru Bahasa Inggris SMP Babul Khairat)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.babulkhairat.net/2011/05/11/susahnya-menjadi-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mewaspadai Maksiat dalam Kemasan</title>
		<link>http://www.babulkhairat.net/2011/05/11/mewaspadai-maksiat-dalam-kemasan/</link>
		<comments>http://www.babulkhairat.net/2011/05/11/mewaspadai-maksiat-dalam-kemasan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 07:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arrifqah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[packaging]]></category>
		<category><![CDATA[pezina]]></category>
		<category><![CDATA[siaran televisi]]></category>
		<category><![CDATA[siasat setan]]></category>
		<category><![CDATA[waria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.babulkhairat.net/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda belajar ilmu ekonomi, maka anda akan mengenal salah satu cabang ilmu ekonomi yaitu pemasaran. Dalam ilmu pemasaran  dikenal istilah packaging dalam sebuah produk. Packaging atau kemasan penting karena merupakan salah satu strategi dalam menarik segmen pasar yang dituju. &#8230; <a href="http://www.babulkhairat.net/2011/05/11/mewaspadai-maksiat-dalam-kemasan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2011/05/right-way-wrong-way1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-786" title="right-way-wrong-way1" src="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2011/05/right-way-wrong-way1-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a>Jika anda belajar ilmu ekonomi, maka anda akan mengenal salah satu cabang ilmu ekonomi yaitu pemasaran. Dalam ilmu pemasaran  dikenal istilah <em>packaging</em> dalam sebuah produk. <em>Packaging</em> atau kemasan penting karena merupakan salah satu strategi dalam menarik segmen pasar yang dituju. Lihat saja beberapa produk-produk lama telah mengubah kemasan lama menjadi yang baru sehingga tidak akan kalah dan tersaingi dengan produk baru yang mempunyai kemasan lebih menarik. Bahkan terkadang walaupun  barang tersebut tidak berkualitas, tetapi dikemas menarik dan elegan maka  konsumen akan tertarik setidaknya untuk mencoba. Dengan kata lain, kemasan merupakan citra positif yang tampak dari luar tapi tak dapat dipastikan kualitas isinya.<span id="more-785"></span></p>
<p>Tampaknya saat ini bukan hanya produk-produk pasar saja yang menggunakan strategi ini. Kini, berbagai bidang dalam kehidupan sosial, politik, media pun menggunakan strategi tersebut. Semua dikemas dalam sebuah kemasan yang menarik untuk membuat produknya laku.  Sebagai contoh di bidang media, kita lihat bagaimana sebuah televisi milik pemerintah yang ditinggal oleh pemirsanya yang lebih memilih untuk menyaksikan televisi swasta yang dikemas lebih menarik. Karena jika dilihat dari segi isi, menurut saya tidak jauh berbeda. Bahkan TV pemerintah banyak menyiarkan siaran pendidikan yang berkualitas. Namun sekali lagi, karena kemasan yang kurang menarik membuat banyak pemirsa memilih TV swasta dengan kemasan yang lebih berani. Misalnya saja dalam sebuah acara dialog, sajian yang ditampilkan tidak saja hanya menampilan dialog biasa tapi yang ditampilkan adalah orang-orang yang mampu berdebat dan bersilat lidah agar lebih menarik dan provokatif sehingga rating pun bisa naik.</p>
<p>Dalam memasarkan kemaksiatan dan produk-produk perusak iman, tipuan <em>packaging</em> juga menjadi strategi andalan musuh terbesar bani Adam yaitu iblis. Ada istilah <em>tazyinul ma’ashi</em> yaitu teknik mengemas maksiat agar terlihat baik atau minimal tidak terlihat terlalu jelek di mata manusia. Maksiat yang dikemas dengan cerdas dan menarik akan tetap dibeli manusia. Sebuah maksiat yang diharamkan syariat Islam akan menjadi samar-samar dan pada akhirnya akan diterima dan dianggap sah-sah saja di mata masyarakat.</p>
<p>Kita ambil contoh bagaimana waria yang dulu dianggap tabu dan tidak wajar, namun saat ini kaum abu-abu itu menjadi sosok yang sangat diterima di masyarakat. Peran dalam sinetron, presenter, humor akan semakin meriah dengan penampilan seorang lelaki kemayu. Menjual peran waria di dunia hiburan sangatlah prospektif, sehingga ada pemakluman bahwa hal itu dilakukan untuk mencari rezeki dan seharusnya memang tidak menjadi masalah karena hanya sebagai hiburan. Padahal di dalam hadits yang diriwayatkan Al Bukhori, Rasulullah melaknat laki-laki yang bertingkah laku seperti wanita dan wanita yang bertingkah laku seperti laki-laki. Disinilah kelihaian iblis yang perlahan tapi pasti merubah sebuah syariat menjadi tak berarti. Kita bisa lihat licinnya trik musuh kita ini dalam menyesatkan manusia. Sebagaimana yang tertuang dalam ayat berikut ini :</p>
<p>Iblis berkata: &#8220;Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma&#8217;siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka&#8221;. (Al Hijr : 39-40)</p>
<p>Trik-trik yang dilakukan iblis melalui metode kemasan selalu fleksibel dan mengikuti perkembangan zaman. Setiap celah dimanfaatkan oleh setan untuk mengelabui manusia. Bagaimana setiap generasi diciptakan idola-idola baru yang secara global digandrungi oleh seluruh dunia tak terkecuali umat Islam. Dunia musik selalu melahirkan penyanyi atau band-band baru yang secara tidak langsung mempromosikan mode pakaian terbaru, tren rambut terbaru, lagu-lagu cinta dan kebebasan. Bahkan istilah pacaran yang jelas dilarang dalam Islam dapat disamarkan oleh iblis dengan mengeluarkan istilah pacaran Islami dengan kemasan manis berupa tujuan untuk membina rumah tangga. Padahal intinya adalah sama, berdua-duaan, pendekatan ke arah zina, dan pergaulan bebas. Hamil di luar nikah pun dianggap sebagai sesuatu yang biasa dan lumrah dimana seorang pezina yang mempertahankan anaknya hingga lahir kedunia diberi penghargaan dan dianggap sebagai pahlawan karena memilih untuk mempertahankan kandungannya daripada menggugurkannya. Maka tidak heran saat ini orang menjadi biasa mendengar dan menyaksikan peristiwa MBA ( <em>married by accident </em>).</p>
<p>Film-film yang baru pun semakin canggih dalam menyampaikan misi-misinya. Pornografi misalnya, jika dijual dalam bentuk apa adanya pasti akan ditolak oleh masyarakat. Lalu dikemaslah pornografi itu dalam sebuah film komedi atau horor yang akan lebih diterima oleh masyarakat luas. Karena dalam kedua jenis film itu akan mengaburkan tujuan sebenarnya. Penampilan seronok akan dianggap wajar dan biasa serta adegan-adegan mesum dianggap sebagai lelucon yang membuat tertawa penonton. Orangtua pun tanpa khawatir membiarkan anak-anaknya menonton film-film tersebut, karena sedikit demi sedikit ditanamkan sifat permisif dan pemakluman pada diri orangtua.</p>
<p>“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). “ (QS AlAraf 17)</p>
<p>Ayat diatas merupakan pernyataan iblis bahwa dia akan berjuang dengan segala kemampuannya untuk menyesatkan manusia akibat dari rasa sakit hatinya karena dinyatakan tersesat oleh Allah dengan segala kemampuan yaitu dari arah depan, belakang, kiri dan kanan. Sebagaimana yang dia utarakan pada ayat sebelumnya. &#8220;Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus”.  Menurut penjelasan Imam At Thobari tentang ayat ini, iblis mendatangi manusia dari semua arah kebaikan dan keburukan. Dia memalingkan manusia dari yang haq dan menganggap baik setiap yang bathil. Dia juga selalu berusaha memalingkan manusia dari semua perintah Allah dan menghiasi serta memandang indah larangan Allah dan mengarahkan manusia untuk mengerjakannya.</p>
<p>Bila kita amati surat Al A’raf diatas menyebutkan arah jeratan iblis dari kiri, kanan, depan dan belakang, lalu bagaimana dengan atas dan bawah? Mungkinkah masih ada celah untuk lolos dari jerat tipu daya setan dari arah tersebut? Imam At Thobary mengutip Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat tersebut tidak menyebutkan datangnya pengaruh setan dari atas, sebab rahmat Allah turun kepada setiap hamba dari arah atas. Arah atas menunjukkan rahmat dan kasih sayang Allah yang mutlak diberikan oleh sang Pencipta kepada siapapun yang dikehendakinya. Sedangkan arah bawah adalah lambang kesadaran manusia akan kelemahan dan ketidakberdayaan dirinya dalam menyelamatkan dirinya, kecuali dengan bantuan Allah swt. Dengan demikian perpaduan atas dan bawah tersebut menjadi sebuah kesatuan dimana ketaatan dan penyerahan diri kepada Allah swt akan menjadi umpan untuk meraih rahmat dan kasih sayang Allah.</p>
<p>Masih banyak lagi tipuan-tipuan yang dilakukan oleh iblis di sekitar kita. Yang harus kita lakukan adalah selalu <em>aware</em> (sadar) musuh kita tidak akan pernah menyerah. Trik sehalus apapun pasti dilakukan. Meskipun kita telah melakkan sejumlah kebaikan, ibadah dan jauh dari perbuatan maksiat, sebaiknya jangan berpuas hati dulu. Mungkin ibadah yang kita lakukan masih dibumbui oleh ujub, riya’, kebaikan yang kita lakukan masih belum ikhlas, karena tipu daya setan bisa berwujud apapun dan dimana pun. Beruntunglah kita memiliki Allah yang selalu melindungi kita selama kita masih berada di dalam koridor ketaatan dan keimanan.</p>
<p>Fatimah Azzahrah Alattas, SE<br />
( Guru Bahasa Inggris SMP Babul Khairat)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.babulkhairat.net/2011/05/11/mewaspadai-maksiat-dalam-kemasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tibbun Nabawi</title>
		<link>http://www.babulkhairat.net/2011/05/05/tibbun-nabawi/</link>
		<comments>http://www.babulkhairat.net/2011/05/05/tibbun-nabawi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 01:54:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Arrifqah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tibbun Nabawi]]></category>
		<category><![CDATA[As Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kedokteran Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.babulkhairat.net/?p=754</guid>
		<description><![CDATA[“Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit melainkan juga menurunkan obatnya.” (HR. Al-Bukhari) Istilah Thibbun Nabawi pertama kali dipopulerkan oleh dokter muslim sekitar abad ke-13 M untuk menunjukan ilmu-ilmu kedokteran yang berada dalam bingkai keimanan pada Allah sehingga terjaga dari kesyirikan, takhayul &#8230; <a href="http://www.babulkhairat.net/2011/05/05/tibbun-nabawi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit melainkan juga menurunkan obatnya.” (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Istilah <strong>Thibbun Nabawi </strong><strong>pertama kali</strong><strong> </strong>dipopulerkan oleh dokter muslim sekitar abad ke-13 M untuk menunjukan ilmu-ilmu kedokteran yang berada dalam bingkai keimanan pada Allah sehingga terjaga dari kesyirikan, takhayul dan khurafat.</p>
<p><strong>Al-Qur’a</strong>n dan As-<strong>Sunnah</strong> adalah dua sumber utama dalam ajaran I<strong>slam</strong>. Tentunya, ilmu <strong>kedokteran nabi</strong> adalah bidang khusus yang hanya dapat dipahami dan dipraktekkan secara mendalam oleh seseorang yang memiliki bekal pengetahuan tentang akidah dan filsafat Islam, dan pada saat yang sama juga menguasai ilmu kedokteran</p>
<p><span id="more-754"></span><strong><em>Kebenaran Thibbun Nabawi</em></strong></p>
<p>Dulu sedikit saja orang yang meyakini bahwa Thibbun Nabawi atau pengobatan ala Nabi mampu mengatasi penyakit-penyakit yang di kalangan medis modern diyakini sebagai penyakit-penyakit yang tak bisa disembuhkan.</p>
<p>Mereka tidak bisa menalar, bagaimana orang yang mengalami stroke, tekanan darah tinggi, diabetes, dan jantung koroner dibekam, dikeluarkan darah dari permukaan kulitnya, lantas ia bisa memperoleh kesembuhan?</p>
<p>Bagaimana pula ruqyah, madu, habbatus saudaa`, minyak zaitun, dan berbagai resep-resep pengobatan dalam Al-Quran dan As-Sunnah secara mencengangkan, cepat bisa menyembuhkan berbagai penyakit yang dianggap kronis dengan mudah dan murah, tentu dengan izin Allah <em>subhanahu wata’ala.</em></p>
<p>Saat ini sudah tak terhitung manusia yang membuktikan bahwa resep-resep dari Al-Quran dan As-Sunnah benar-benar mujarab. Berbagai testimoni bukti kebenarannya banyak dilakukan banyak orang. Itulah sebabnya, semakin banyak orang yang mempelajari dan mempraktikan Thibbun Nabawy.</p>
<p>Maha Benar Allah, yang telah berfirman:</p>
<p><strong>سَنُرِيهِمْ ءَايَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ</strong></p>
<p><em>“Akan Kami perlihatkan tanda-tanda kekuasaan </em><em>K</em><em>ami di segenap cakrawala dan di dalam diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar.” </em><em>(Fushshilat:63)</em><em></em></p>
<p>Tibbun Nabawy adalah fakta ilmiah yang tak dapat lagi ditolak kebenarannya. Hal tersebut karena sumber rujukannya adalah manusia mulia Rasulullah Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wasallama</em> yang semua apa yang beliau sampaikan tidak berdasarkan hawa nafsu, tapi semuanya adalah informasi dari Allah <em>swt</em> yang mencipta semua penyakit beserta obatnya sekaligus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.babulkhairat.net/2011/05/05/tibbun-nabawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tibbun Nabawi Bekal Penting Bagi Santri</title>
		<link>http://www.babulkhairat.net/2011/04/28/tibbun-nabawi-bekal-penting-bagi-santri/</link>
		<comments>http://www.babulkhairat.net/2011/04/28/tibbun-nabawi-bekal-penting-bagi-santri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 04:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Tibbun Nabawi]]></category>
		<category><![CDATA[bekam]]></category>
		<category><![CDATA[hijamah]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[terapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.babulkhairat.net/?p=716</guid>
		<description><![CDATA[Dengan tema “Tinggalkan Pengobatan Kimia, Beralihlah Pada Pengobatan Rasulullah” Selasa, 25 April 2011 Pondok Pesantren Putri Babul Khairat, melaksanakan pelatihan bekam. Acara ini diikuti oleh seluruh santri pondok dan sebagian asatidz. Acara dimulai pukul 10.30, dengan pembukaan oleh pengasuh pondok, &#8230; <a href="http://www.babulkhairat.net/2011/04/28/tibbun-nabawi-bekal-penting-bagi-santri/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2011/04/images1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-717" title="images" src="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2011/04/images1.jpg" alt="" width="259" height="194" /></a>Dengan tema <strong><em>“Tinggalkan Pengobatan Kimia, Beralihlah Pada Pengobatan Rasulullah”</em></strong> Selasa, 25 April 2011 Pondok Pesantren Putri Babul Khairat, melaksanakan pelatihan bekam. Acara ini diikuti oleh seluruh santri pondok dan sebagian asatidz.</p>
<p>Acara dimulai pukul 10.30, dengan pembukaan oleh pengasuh pondok, Habib Umar Muhsin Alatas. Selanjutnya materi disampaikan oleh Ust. Saifur Rasyid, seorang praktisi tibbun nabawi yang sudah 10 tahun menggeluti pengobatan ala Rasulullah ini. Ust. Rasyid di awal menjelaskan kepada para santri  bagaimana Rasulullah saw mengajarkan kita untuk menjaga kesehatan, dan anjuran untuk memberikan pengobatan secara alamiah, tidak tergantung pada obat-obatan kimia yang masih diragukan kehalalannya. Disamping itu, beliau juga mengingatkan bahwa obat-obatan kimia banyak mempunyai efek samping yang membahayakan tubuh kita.</p>
<p><span id="more-716"></span>Bekam merupakan  terapi pengeluaran racun / toksin dalam tubuh melalui permukaan kulit. Bekam ini juga merupakan landasan dari Rasulullah <em>saw</em>.  Bekam merupakan pengobatan yang dicontohkan oleh Rasulullah <em>saw</em>. Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah bersabda : <em>“Pengobatan itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku ‘melarang’ ummatku berobat dengan besi panas.”</em> (Hadits Bukhari).</p>
<p>Para santri mengikuti pelatihan bekam ini dengan sangat antusias.  Pemateri menampilkan beberapa slide letak titik bekam yang bisa dibekam. Karena tidak setiap bagian tubuh dapat di bekam. Sesekali santri terlihat begidik karena titik tubuh yang dibekam mengeluarkan darah kotor yang menggumpal  tapi mereka tetap bersemangat menyimak penjelasan pemateri.</p>
<p>Untuk mendapatkan pemahaman yang utuh,  pelatihan bekam ini tidak bisa dilakukan sekali saja. Oleh karena itu,  pengurus pondok telah sepakat bahwa pelatihan ini akan ditindak lanjuti dengan mengadakannya secara berkala. Bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa dalam kurikulum tahun ajaran baru nanti, tibbun nabawi akan dimasukkan sebagai mata pelajaran resmi di kelas.</p>
<p>Dengan begitu, diharapkan santri yang lulus dari Babul Khairat, disamping memiliki wawasan ilmu agama yang mumpuni, juga bisa memperoleh penegtahuan tentang tibbun nabawi dan mengamalkan kedua ilmu di tengah keluarga dan masyarakatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.babulkhairat.net/2011/04/28/tibbun-nabawi-bekal-penting-bagi-santri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengejar Target Kelululusan</title>
		<link>http://www.babulkhairat.net/2011/04/18/target-kelulusan/</link>
		<comments>http://www.babulkhairat.net/2011/04/18/target-kelulusan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 10:25:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[Kekukusan]]></category>
		<category><![CDATA[kepala sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[nilai]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[UAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.babulkhairat.net/?p=695</guid>
		<description><![CDATA[Sempat sedikit bersitegang dengan rekan-rekan guru, ketika saya agak ngotot meminta mereka agar mengisi raport sesuai dengan hasil ujian anak-anak saja. Tapi mereka tetap besikeras untuk mencantumkan nilai di raport siswa sesuai atau di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang &#8230; <a href="http://www.babulkhairat.net/2011/04/18/target-kelulusan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2011/04/UAN.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-698" title="UAN" src="http://www.babulkhairat.net/wp-content/uploads/2011/04/UAN.jpg" alt="" width="230" height="219" /></a>Sempat sedikit bersitegang dengan rekan-rekan guru, ketika saya agak  ngotot meminta mereka agar mengisi raport sesuai dengan hasil ujian  anak-anak saja. Tapi mereka tetap besikeras untuk mencantumkan nilai di  raport siswa sesuai atau di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang  telah diatur sebelumnya. Berapapun hasil yang didapat siswa pada  pelaksanaan ujian. Mereka berdalih bahwa hal tersebut untuk melempangkan  jalan siswa menuju kelulusan. Sebab untuk ujian akhir nasional (UAN)  tahun ini sudah tidak lagi menjadi satu-satunya acuan untuk menentukan  kelulusan siswa. Tapi juga ditentukan oleh hasil ujian akhir sekolah dan  nilai raport. Hasil UAN 60%. Hasil UAS ditambah nilai raport mulai  semester 1 sampai semester 5, 40%. Begitu komposisinya.<span id="more-695"></span></p>
<p>Komposisi  antara UAN, UAS dan nilai raport seperti itu memang lebih rasional dan  lebih bisa  diterima. Sebab hal tersebut menyertakan seluruh materi  pelajaran yang diajarkan di sekolah. Tentunya juga melibatkan guru dan  kepala sekolah secara manusiawi untuk menentukan siapa saja siswa mereka  yang layak lulus atau yang tidak layak lulus. Sekali lagi, ini lebih  rasional. Walau menurut saya tetap belum ideal. Sebab idealnya menurut  saya, adalah 50-50. UAN 50, dan sekolah 50. Tapi sekarang masalahnya  bukan pada komposisi atau rasionalitas kewenangan. Tapi lebih kepada  mental bapak-bapak  dinas pendidikan, kepala sekolah dan para guru.</p>
<p>Konon,  menurut informasi yang kami terima dari MKKS (musyawarah kerja kepala  sekolah), para kepala sekolah telah bersepakat, bahwa mereka akan  menyuruh para guru, bagaimanapun caranya, agar nilai yang tertera di  raport minimal 80 untuk setiap mata pelajaran. Sebab menurut yang mereka  dapat, para sekolah telah ditarget oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota  agar meluluskan siswanya sekian persen. Sebab para kepala dinas  kabupaten/kota juga telah ditarget oleh dinas propinsi untuk meluluskan  para siswa peserta UAN di daerah mereka sekian persen. Dan dinas  propinsi juga ditarget oleh Depdiknas untuk menjadikan kelulusan  nasional sekian persen.</p>
<p>Karena ada target-target semacam  itu, jadilah sekarang ini para guru menjalankan aksi-aksi yang tidak  terpuji untuk bisa memnuhinya. KKM dinaikkan. UAS dibuat mudah sesuai  dengan keyakinan bahwa siswa bisa mengerjakannya. Bahkan menurut seorang  rekan guru, ada satu sekolah yang sampai mengganti raport baru untuk  menjadikan KKM semuanya minimal 80. Dan bagaimanapun tidak bisanya  seorang siswa, tetap akan mendapatkan nilai minimal 80. Perbuatan para  guru yang demikian itu dijustifikasi oleh para kepala sekolah di MKKS  bahwa hal itu tidaklah salah. Karena semua itu demi siswa kita. Kasihan  siswa kalau sampai tidak lulus. Mereka harus ngulang lagi. Malu pada  teman-temannya. Kasihan juga orang tua mereka. Sebab mereka harus  mengeluarkan biaya lagi untuk membiayai sekolah anak mereka selama satu  tahun. Dan berbagai dalih lainnya yang membenarkan tindakan ‘membantu’  semacam itu.</p>
<p>Padahal sebenarnya, kalau kita benar-benar  kasihan kepada para siswa, kita memang menginginkan anak-anak kita  menjadi pandai, kita mengharapkan anak-anak kita agar berkompetisi  secara fair, seharusnya kita jangan melakukan ‘bantuan’ semacam  itu.  Tapi marilah kita bantu mereka dengan mengajar mereka dengan baik, agar  bisa memahami setiap pelajaran yang kita sampaikan. Mari kita pacu  semangat belajar mereka, agar bisa memenuhi apa yang menjadi tuntutan  kelulusan. Atau kalau tidak, mari kita buat kesepakatan nasional untuk  kembali saja ke jaman dulu. Jaman yang tidak ada UAN. Jaman dimana  kelulusan murni ditentukan oleh para guru dan kepala sekolah. Daripada  berharap nilai akademik baik, tapi untuk mewujudkan itu harus ditempuh  dengan cara-cara yang tidak fair seperti ini.</p>
<p>Begitukah?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.babulkhairat.net/2011/04/18/target-kelulusan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

