Sekilas Liku Pondok Pesantren Babul Khairat Menuju Pesantren Terpadu (1)

Pondok Pesantren Putri Babul Khairat sebagai salah satu dari sekian banyak lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Malang, selama ini hanya mengfokuskan diri pada pembinaan akhlaq dan pengetahuan keagamaan saja.

Seiring dengan berjalannya waktu, banyak diantara anak didiknya (santri) yang juga ingin mempelajari ilmu – ilmu umum lain diluar bidang keagamaan. Maka pengasuh pun memberikan izin kepada mereka untuk belajar di sekolah – sekolah formal yang berdekatan dengan pesantren. Tapi setelah kebijakan ini berjalan beberapa tahun, pengasuh merasa khawatir akan perkembangan akhlaq dan budi pekerti mereka yang mulai terkontaminasi oleh kehidupan luar (pesantren). Padahal tujuan utama orang tua mereka menitipkan anaknya di pesantren, ialah untuk menjadikan mereka anak yang punya kepribadian tinggi (akhlaq karimah) sesuai dengan ajaran Islam.

Berawal dari keprihatinan dan kekhawatiran semacam itulah, maka pengasuh merasa perlu mendirikan pendidikan formal setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang bertempat di lokasi pondok. Sehingga nantinya semua santri, disamping belajar ilmu agama, juga bisa belajar pengetahuan umum tanpa harus keluar pondok.

Lebih jauh lagi, pengasuh berharap, mereka bisa menjadi generasi – generasi islam yang tidak hanya punya pemahaman keagamaan yang baik dan benar, tapi juga mempunyai wawasan yang luas serta kemampuan yang mumpuni dalam bidang science, ekonomi, sosial, sejarah, budaya dan politik. Sebagaimana firman Allah swt:

Allah akan meninggikan derajat orang – orang beriman dan yang menuntut ilmu diantara kalian beberapa derajat. (QS: al-Mujaadilah 11)

Yang dimaksud Allah dalam ayat ini, memang adalah ilmu yang mengajarkan bagaimana beribadah kepadaNya (agama). Tapi, lebih jauh dari itu, tentunya juga adalah ilmu yang mengajarkan bagaimana hambanya bisa mengeksplorasi bumi (science) sebagaimana tujuan penempatan manusia di muka bumi.

Begitu juga, RasululLah saw bersabda:

Wajib hukumnya menunutut ilmu bagi setiap orang islam, baik laki – laki maupun perempuan (HR: Bukhari – Muslim).

RasululLah saw juga menyuruh ummatnya untuk menuntut ilmu sampai ke negri Cina. Bisa dipastikan bahwa ilmu yang disuruh cari ke negri Cina bukanlah ilmu agama. Tapi ilmu yang berkaitan dengan jual beli (ekonomi). Karena memang orang Cina selama ini terkenal sebagai pedagang ulung.

Pun demikian yang diamanatkan oleh Undang – Undang Dasar 1945 hasil amandemen, bahwa setiap orang berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi kesejahteraan hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. (Pasal 28C ayat 1).

Demikian juga Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 mengamanahkan bahwa setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk m,emperoleh pendidikan yang bermutu. (Pasal 5 ayat 1). Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program pendidikan (Pasal 8). Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga Negara tanpa diskriminasi (Pasal 11 ayat 1).

Setelah mengajukan permohonan ijin dan dilakukan survey kelayakan oleh tim Dinas Pendidikan Nasional Kab. Malang, akhirnya Kadiknas Kabupaten Malang, yang saat itu dijabat Bapak Kamilun Muhtadin, berkenan menerbitkan Piagam Ijin Operasional Sekolah, dengan NSS: 204051806329 atas nama SMP Babul Khairat, dan NSS: 304051806106 atas nama SMA Babul Khairat.

Dan sejak saat itu, kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Babul Khairat terus dilakukan upaya perpaduan antara materi pelajaran diniyah pesantren (non formal), dan materi pelajaran umum sekolah (formal). Dan untuk memuluskan program tersebut, maka pendiri dan pengasuh pertama pondok ini, al-Habib Muhsin bin Umar Alattas, merasa perlu untuk membangun ruang kelas dan kantor baru yang representative.

Atas kerja sama yang baik antara pengasuh, asatidz, wali santri, dan bantuan para donatur tidak tetap, maka kemudian, gedung baru yang terdiri 6 kelas, 1 ruang guru, dan 1 kantor, bisa terbangun dengan jarak 50 meter sebelah barat gedung induk.

Bersambung….

This entry was posted in Berita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.