Upaya Menjaga Eksistensi Madrasah Diniyah

Sebanyak 1.050 guru Madrasah Diniyah (Madin) di Jawa Timur mendapat beasiswa menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di 30 Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) di Jatim. Mereka yang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan S1 ini terdiri dari guru Madin lulusan SLTA dan Diploma II (D2).
Bagi guru Madin yang mengantongi ijazah SLTA akan disekolahkan hingga lulus S1. Sedangkan guru Madin yang berijazah D2 akan diberikan beasiswa untuk meneruskan pendidikannya hingga lulus S1. Pemberian beasiswa ini tidak lepas dari peran serta PTAI yang bekerja sama dengan Pemprov Jatim dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Madin di Jatim.

Biaya pendidikan sampai lulus akan ditanggung seluruhnya oleh Pemprov Jatim,? kata Pembantu Rektor III IAIN Sunan Ampel Surabaya, H Hamid Syarif yang menerima sebanyak 65 guru Madin untuk dimasukkan di jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam) Tarbiyah.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Keagamaan (PeKa) Pondok Pesantren (Pontren) Kanwil Depag Jatim, Drs H Sudjak MAg membenarkan kalau keberadaan Madin saat ini memang perlu dipertahankan. Untuk itu, pihaknya akan terus mendorong pada madin untuk terus meningkatkan mutu SDM gurunya. Depag sendiri tahun ini telah memberikan bantuan kepada Madin, terangnya.
Bantuan ini berupa pemberian BOS reguler PPS ula (setingkat MI/SD) dan wusto (setingkat MTs/SPM), BOS Buku PPS Ula dan Wusto, Bantuan Ruang Kelas Baru (RKB), insentif guru PPS Ula dan Wusto, hingga bantuan lab bahasa pontren dan bantuan kitab kuning.
Pada bagian lain, Hamid Syarif mengungkapkan, peran serta pendidikan Madin ini memiliki peran yang sangat signifikan dalam membantu dalam mengurangi angka buta aksara di Jatim. Disamping itu, Hamid mengaku pasca diputuskannya Peraturan Pemerintah (PP) No 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan bisa menjadikan posisi Madin sama dengan pendidikan pada umumnya.
Sekarang tingal tunggu Peraturan Menteri Agama (PMA). Tapi, saat ini guru madin harus lulusan S1, ujar Sekjen Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Pusat ini.
Dengan pembekalan pendidikan dan pemberian beasiswa ini, Hamid berharap mampu meningkatkan profesionalisme guru yang sekaligus dapat meningkatkan mutu pendidikan madin. Mengingat selama ini banyak guru madin banyak yang memiliki latarbelakang pendidikan, adalah non pendidikan.
Keberadaan madin ini wajib dipertahankan. Karena ini merupakan aset masyarakat muslim yang masih mampu mempertahankan keutuhan tradisi kependidikannya, katanya.

This entry was posted in Berita and tagged , , . Bookmark the permalink.